Public cloud memakai infrastruktur milik penyedia yang dibagi secara logis, sedangkan private cloud didedikasikan untuk satu organisasi. Pilihan terbaik ditentukan oleh kontrol, regulasi, biaya, keahlian tim, dan pola beban.
Public cloud
- Penyedia mengelola data center dan layanan dasar.
- Skalabilitas cepat dan banyak layanan siap pakai.
- Biaya umumnya berbasis pemakaian.
- Risiko tagihan tidak terkendali dan vendor lock-in perlu dikelola.
Private cloud
- Infrastruktur didedikasikan untuk satu organisasi.
- Kontrol jaringan, data, hardware, dan kebijakan lebih tinggi.
- Memerlukan investasi, kapasitas berlebih, serta tim operasi.
- Cocok untuk kebutuhan regulasi, latensi, atau integrasi khusus.
Perbandingan utama
Public cloud unggul dalam kecepatan penyediaan dan elastisitas. Private cloud unggul dalam kontrol dan penyesuaian. Namun private cloud tidak otomatis lebih aman; keamanan tetap bergantung pada desain, patching, monitoring, dan kompetensi operator.
Kapan menggunakan hybrid cloud
Hybrid cloud cocok ketika data sensitif atau sistem lama tetap berada di private environment, sementara aplikasi publik, backup, analitik, atau beban sementara menggunakan public cloud. Konektivitas, identitas, logging, dan kebijakan data harus konsisten di kedua sisi.
Checklist keputusan
- Lokasi dan klasifikasi data.
- Target uptime dan disaster recovery.
- Kebutuhan scaling dan pola trafik.
- Biaya tiga sampai lima tahun, bukan hanya biaya awal.
- Keahlian tim dan dukungan vendor.
- Kemudahan migrasi keluar dari platform.






