SPF menentukan server yang boleh mengirim untuk domain, DKIM menandatangani pesan, dan DMARC memberi kebijakan ketika SPF atau DKIM gagal sekaligus menyediakan laporan autentikasi.
Nilai record harus mengikuti penyedia email yang benar. Jangan menyalin record contoh tanpa menyesuaikan layanan pengiriman domain Anda.
Buat satu SPF record
SPF disimpan sebagai TXT pada root domain. Domain hanya boleh memiliki satu record SPF; gabungkan semua include dan IP pengirim ke dalam record yang sama.
v=spf1 include:spf.protection.outlook.com include:_spf.google.com ip4:203.0.113.10 -allAktifkan DKIM
Buat DKIM dari panel penyedia email. Record biasanya berupa TXT atau CNAME dengan selector seperti default._domainkey atau selector1._domainkey. Setelah DNS aktif, klik verify atau enable pada panel penyedia.
Mulai DMARC dalam mode pemantauan
v=DMARC1; p=none; rua=mailto:dmarc-report@example.com; adkim=s; aspf=s; pct=100Naikkan kebijakan secara bertahap
Tinjau laporan DMARC untuk memastikan seluruh sumber pengiriman sah sudah lolos alignment. Setelah itu ubah p=none menjadi quarantine, lalu reject jika tidak ada sistem resmi yang gagal.
Cara memeriksa hasil
- Gunakan DNS lookup untuk memastikan record publik benar.
- Kirim email ke Gmail atau Outlook dan buka original message/header.
- Cari hasil spf=pass, dkim=pass, dan dmarc=pass.
- Periksa apakah From domain selaras dengan Return-Path atau d= pada DKIM.
Kesalahan umum
- Membuat dua SPF record.
- Menggunakan terlalu banyak DNS lookup SPF.
- DKIM selector salah atau belum diaktifkan.
- Langsung memakai p=reject sebelum semua sistem didata.
- Mengirim laporan DMARC ke alamat yang tidak dapat menerima email.






